Search This Blog

Tuesday, May 5, 2015

Berkebun PARE (Paria) Pahit dan PARE BELUT

http://taniasri.com/index.php?id_category=44&controller=category
Pare atau paria termasuk tanaman sayuran buah setahun yang bersifat merambat dengan alat pemegang yang berbentuk pilin. Batangya kecil dan panjang, dengan daunnya beraroma spesifik. Buah pare berwarna hijau dan dipanen saat masih muda, setelah tua berwarna kuning/orange dan bijinya merah. Pare banyak mengandung vit A, B, dan C.

JENIS PARE

1. Jenis Pare Pahit (Momordica charantia L.) Pare ini termasuk famili Cucurbitaceae . Jenis2 pare yang biasa dikenal
a. Pare Putih
Buah Pare putih bentuknya bulat panjang, besar, dan berwarna hijau keputihan. Permukaan kulit buahnya terdaat bintil-bintil tumpul seperti jerawat. Petani menyebutnya pare giok. Jenis inilah yang sangat digemari karena rasanya tidak begitu pahit
b. Pare Hijau
Pare hijau buahnya lonjong, kecil sampai bulat panjang, besar dan berwarna hijau. Permukaan kulit buahnya berbintil2 runcing agak halus dan rasanya pahit.

2. Jenis Pare Belut (Trichosanthus anguina L.)
Jenis pare ini lain, dan tidak termasuk dalam Momordica. Buah pare belut atau pare ular ini berwarna hijau tua dengan garis putih dan permukaan kulitnya tidak berbintil2. Rasanya tidak pahit, dan sangat enak kalau di sayur...hehe menurut penulis sih. Pokoke...mak nyus..
Bentuk buahnya bulat dan sangat panjang hingga mencapai lebih 60 cm. Buah pare ini dapat melengkung sampai berbentuk pilin. Pare belut lebih jarang ditanam dibanding pare pahit.

BERKEBUN PARE
Pare cocok ditanam di dataran rendah sampai menengah, seperti di tegalan maupun di pekarangan. Jika tanaman pare ditanam di dataran tinggi, biasanya buahnya kecil-kecil. Pare mempunyai daya adaptasi yang relatif tinggi, dapat menyesuaikan terhadap iklim yang berlainan dan curah hujan yang tinggi, dapat hijau sepanjang tahun dan tidak tergantung musim. Tanaman pare dapat tumbuh ditempat yg sedikit sinar matahari /ternaungi.

Syarat pertumbuhan pare adalah tanahnya gembur, banyak mengandung humus, drainase tanah yang cukup baik dan Ph tanah antara 5-6. Ketinggian antara 1 - 1500 meter dpl.

PEMBIBITAN dan PENANAMAN PARE
Pare dikembangbiakkan dengan biji. Ada 2 cara dalam persemaian pare yakni, benih langsung ditanam di kebun dan yang kedua, benih di semaikan dulu baru kemudian setelah tumbuh bibit dipindahkan ke kebun.
Kedua cara ini disesuaikan dengan musim dan keadaan lapangan, sebaiknya kalau musim kemarau benih disemaikan dulu agar terjamin kecukupan airnya. Hujan yang terlalu deras juga dapat mempengaruhi tanaman pare yang mulai berkecambah.
Berbagai benih pare tersedia di toko online antara lain:
Pare (Paria) Unggul - Momordica charantia 
Paria Hibrida FRESTY
Pare Belut / Snake Gourd




PENGOLAHAN TANAH untuk budidaya di kebun
1. Tanah yang akan ditanami pare diolah terlebih dahulu dengan membersihkan dari gulma dan mencangkul tanah agar gembur, minimal 10 hari sebelum tanaman pare ditanam.
2. Buat guludan dengan ukuran lebar 150-250 cm, sedangkan panjangnya dapat mencapai 10 meter atau disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada.
3. Antara guludan satu dengan guludan yang lainnya dibuat parit dengan lebar 40-75 cm dan kedalaman 30-50 cm.
4. Arah pembuatan guludan sebaiknya membujur dari utara ke selatan dengan maksud agar tanaman mendapat sinar matahari langsung dan penuh untuk proses fotosintesa.
5. Jarak antar lubang tanam 60, 75 atau 100 cm.

PEMBUATAN TURUS ATAU PARA-PARA
Setelah tinggi tanaman mencapai 50 cm, dibuat para2 setinggi 1-1,5 m untuk menjalarkan tanaman tsb. Perambatan tanaman pare dapat pula dilakukan pada ajir atau tiang lanjaran. Untuk penanaman di pinggir2 pagar, tanaman dirambatkan pada pagar-pagar tersebut.

PEMELIHARAAN
Tanaman Pare tidak membutuhkan perawatan yg sulit, cukup dengan membuang rumput/gulma di sekeliling tanaman dan mencegah buah dari serangan hama. Pencegahan dilakukan dengan pembungkusan buah muda menggunakan kertas atau daun pisang kering. Hal ini dimaksudkan u/mencegah lalat buah (Dacus cucurbitaceae sp). Buah yg terserang lalat mjd bernoda2 kuning lalu busuk.

Pembungkusan buah tidak diperlukan u/pare belut. Akan tetapi, sebaliknya buah yg muda digantungi (dibebani) kayu kecil atau sabut kelapa. Beban tersebut dikaitkan pada ujung2 buah agar buahnya lurus.

Pada petani tradisional, pupuk buatan biasanya tdk diberikan. Namun agar diperoleh hasil yg memuaskan sebaiknya pupuk diberikan pada tanaman pare, pupuk buatan tsb berupa urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 1;2;2 sebanyak 10-15 g tiap tanaman.  Pupuk tsb sebaiknya diberikan saat tanaman berumur 1 bln bersamaan dengan penyiangan. Pemupukan susulan berikutnya dapat dilakukan selang 2 minggu. Penempatan pupuk yang diberikan pada tanaman pare berjarak sekitar 15 cm dengan kedalaman sekitar 5 cm. Setelah berumur 1,5-2 bln, tanaman mulai berbunga betina.

HAMA DAN PENYAKIT

Hama yang menyerang tanaman pare antara lain:
Ulat Grayak
Ulat ini menyerang pada malam hari, sedangkan pada siang hari ulat ini bersembunyi didalam tanah. Dalam kondisi serangan berat semua daun pare habis dimakannya, karena sifat hama ini adalah hampir semua jenis daun tanaman diserangnya. 
Lembing (Epilachma sparsa)
Daun pare yang terserang hanya tersisa tulang daun. Daun menjadi kering dan kecoklat-coklatan, akhirnya produksi buah menjadi turun. Hama ini berbentuk lembing bulat, warnanya merah dengan bercak hitam sebanyak 12 – 26 buah.
Kumbang Aulacophora silimis
Gejala serangan yaitu tanaman menjadi layu karena jaringan akarnya dimakan larva dan daunnya dimakan kumbang.
Leptoglossus australis
Bekas serangan hama sering ditumbuhi cendawan Nematospora, akhirnya buah menjadi busuk.
Lalat Buah (Dacus cucurbitae Cog)
Gejala serangan adalah daging buah tidak dapat dimakan karena busuk dan berair dengan banyak ulat. Tampak luar daging buah sehat tapi setelah di buka terlihat daging buah penuh dengan ulat.
Siput ( Pamarion pupillaris Humb)
Gejala serangan yaitu tanaman terutama dipersemaian terkoyak, lalu mati.

Penyakit yang sering menyerang tanaman pare antara lain :
Penyakit Embun Tepung
Gejala awal ditandai dengan adanya tepung putih pada daun terbawah. Daun yang terserang menjadi kuning, coklat dan akhirnya mengering. Batang pun diserang tepung ini. Batang seperti dilapisi tepung. Tanaman akan lemah dan mati atau buahnya tidak normal. Penyebab gejala ini adalah cendawan Oidium sp.
Penyakit Antraktosa
Gejala penyakit ini daun bernoda hitam. Pada serangan berat batang dan buah juga terserang. Serangan lebih berat terjadi pada musim hujan. Gejala penyakit ini disebabkan oleh cendawan collectrichum sp.
Penyakit Layu
Gejala layu tampak pada ujung daun, kemudian seluruh daun akan mengkerut lalu mengering. Tanaman akan mati sejak beberapa saat terinfeksi. Menyerang tanaman bibit yang baru kecambah, tanaman muda dan tanaman yang telah dewasa. Penyebab penyakit ini disebabkan oleh Fusarium sp.
Penyakit Virus
Gejala serangan jelas pada daun-daun muda. Serangan virus ini menyerang pada saat tumbuh (bibit, tanaman muda atau tanaman yang telah menghasilkan buah). Penyebab gejala tersebut adalah Cucumber mosaic virus (CMV).

PANEN DAN PASCA PANEN
Setelah pare berumur 2,5 bulan, buah pertama sudah dapat dipetik. Pemetikan terlambat akan menyebabkan buah pare tidak enak dimakan. Pemetikan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alat potong yang tajam, hindari dengan cara di tarik atau di puntir. Penyusunan dan pengangkutan pare hasil panen sebaiknya berhati-hati karena mengakibatkan memar pada buah pare yang masih muda tersebut.

1 comment: